Zu gefährlich

Ya, hari ini saya melihat seorang ibu baru keluar dari sebuah kios laundry membawa satu kantong plastik besar baju yang sudah dicuci, Guess What?? Dia menggendong bayinya yang pasti usia belum 3 bulan karena posisi tidurnya, berusaha keras menaruh kantong penuh baju di motornya. Saya panik tidak bisa membantu cuma melihat, Ibu...betapa bodohnya Ibu ini, kalopun saya bantu hari ini apa besok Ibu melakukan yang sama saya tidak mau membenarkan perbuatan ibu karenanya saya tidak mau membantu, Tetapi saya juga tidak ada kekuatan untuk mengkritik atau mengingatkan Ibu... bahkan untuk mendekatpun tidak. Akhirnya saya spontan masuk ke toko kue, antrinya lumayan toko kue murah dan borongan orang sehingga ya setelah beli ketika keluar saya sudah tidak melihat ibu dan bayi itu di dekat toko kue yang bersebelahan kios laundry itu. TOLONG Ibu yang punya bayi, please behave good, pentingkan memikirkan resiko dan aturan. Demi bayi ibu yang tidak berdosa.

14.5.14 05:11, kommentieren

Werbung


MOVE ON

Istilah ini bukan sesuatu yang baru, lebih banyak dipakai oleh anak muda dengan konotasi tinggalkan masa lalu setelah putus hubungan percintaan, lihat ke depan untuk maju terus mencari yang baru, Tetapi buat saya sendiri, kompleksitasnya tinggi sekali dan konteksnya tidak berhubungan dengan hubungan percintaan yang klise. Move On dari bayangan masa lalu tidak disayangi dan diapresiasi oleh keluarga. Sejak kecil saya memang menghadapi keadaan persaingan antar saudara dan selalu menunjukan berprestasi baik tetapi tidak pernah diapresiasi. Pukulan dan tendangan juga makian adalah makanan sehari-hari saya. Bahkan ketika saya menumpang hidup di rumah orangtua, bapak saya masih menendang saya, masalahnya sepele, anak saya yang berusia 5thn masuk ke kamar mandinya dan menyumbat wc dengan plastik penutup kepala, saya membantah bahwa saya bukan yang mengajak dia ke kamar mandi itu dan siapa yang membawa dia dan membiarkannya sendiri di sana yang bertanggung jawab. Tendanganpun telak mengenai kaki saya, tidak sakit, tapi hati yang sakit, teriakan pun mengikuti tendangan "Rasakan, kamu akan sakit terus, penyakit yang kamu buat sendiri!' Sekarang saya sudah menikah dan pasangan saya sangat mencintai saya bahkan menerima saya apa-adanya. Saya ingin mengikuti dia saja, dan jauh dari bayangan keluarga saya.

10.5.14 10:07, kommentieren