MOVE ON

Istilah ini bukan sesuatu yang baru, lebih banyak dipakai oleh anak muda dengan konotasi tinggalkan masa lalu setelah putus hubungan percintaan, lihat ke depan untuk maju terus mencari yang baru, Tetapi buat saya sendiri, kompleksitasnya tinggi sekali dan konteksnya tidak berhubungan dengan hubungan percintaan yang klise. Move On dari bayangan masa lalu tidak disayangi dan diapresiasi oleh keluarga. Sejak kecil saya memang menghadapi keadaan persaingan antar saudara dan selalu menunjukan berprestasi baik tetapi tidak pernah diapresiasi. Pukulan dan tendangan juga makian adalah makanan sehari-hari saya. Bahkan ketika saya menumpang hidup di rumah orangtua, bapak saya masih menendang saya, masalahnya sepele, anak saya yang berusia 5thn masuk ke kamar mandinya dan menyumbat wc dengan plastik penutup kepala, saya membantah bahwa saya bukan yang mengajak dia ke kamar mandi itu dan siapa yang membawa dia dan membiarkannya sendiri di sana yang bertanggung jawab. Tendanganpun telak mengenai kaki saya, tidak sakit, tapi hati yang sakit, teriakan pun mengikuti tendangan "Rasakan, kamu akan sakit terus, penyakit yang kamu buat sendiri!' Sekarang saya sudah menikah dan pasangan saya sangat mencintai saya bahkan menerima saya apa-adanya. Saya ingin mengikuti dia saja, dan jauh dari bayangan keluarga saya.

10.5.14 10:07

Letzte Einträge: Masa Lalu yang Menyakitkan, Zu gefährlich

Werbung


bisher 0 Kommentar(e)     TrackBack-URL

Name:
Email:
Website:
E-Mail bei weiteren Kommentaren
Informationen speichern (Cookie)


 Smileys einfügen